Woww Proyek Pembangunan Saluran Air Tersier, Diduga Tidak Sesuai Bestek

Salam-indonesia.com Bekasi – Pengerjaan Proyek Pembangunan saluran Air tersier di Kampung Kalenderwak telar RT,001 RW,005 Desa karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.Berdasarkan informasi yang didapat, pembangunan saluran drainase tersebut adalah anggaran APBN yang harusnya dikerjakan padaTahun 2023, akan tetapi dikerjakan baru sekarang ini Tahun 2024 13/6.

Setelah ramai adanya pemberitaan barulah di pasang papan kegiatan, Plang Papan Nama Proyek. Diduga Kades Karangsari sengaja menutup nutupi kegiatan tersebut, sehingga tidak memasang papan kegiatan agar tidak di ketahui masyarakat luas. Saat dimintai keterangan, para pekerjan pun enggan memberikan keterangan.parahnya para pekerja tidak di lengkapi APD (alat pelindung diri ) seperti sepatu helm dan rompi bahkan pekerja tidak menggunakan alas kaki alias nyeker, Senin (17/6/2024).

Diduga dalam pengerjaannyapun tidak sesuai bestek, tidak menggunakan Sepatu atau pondasi bawah dan cerucuk bambu langsung di pendam menggunakan batu sebelah di atas galengan sawah. Terlihat menempel tanpa di gali, saat pemasangan batu belah banyak yang tidak terisi adukan semen dan pasir sehingga banyak yang kosong.

Dari Pantauan awak media serta LSM, SIRA ( Suara Independen Rakyat Adil )proses pengerjaan saluran air tersier desa Karangsari dalam pemasangan batu belah langsung di pendam kedalam lumpur, dan tidak ada Sepatu atau pondasi bawah dan cerucuk bambu dan Papan Nama Proyek baru di pasang setelah 9 hari kerja.

Yusuf Supriyatna kepala kordinator jabar DPP LSM SIRA (suara independen rakyat adil ) mengatakan,” Pekerjaan yang terkesan di tutup tutpi, diduga oknum Kades sengaja sembunyikan dari publik dengan tidak memasang papan kegiatan, ini sudah jelas melanggar Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ) dan pelaksanaan kerjanyapun tidak sesuai dengan Bestek,” Ucapnya.

“Kegiatan Tahun angaran 2023 baru di kerjakan tahun 2024, yang tertera di papan informasi senilai Rp.298.188.800 dengan kepanjangan kanan 396 meter dan kiri 395 untuk ketinggian 0,7 meter.Kegiatanyapun terlihat asal jadi serta amburadul, dengan mengunakan batu kualitas rendah. Pemasangan batu belah haya sebelah menempel di galengan sawah dan tidak di lakukan galian pondasi bawah, tidak adanya cerucuk bambu untuk penguat pegangan adukan pasir batu dan semen, di kawatirkan kegiatan pembangunan saluran air tersier tidak akan bertahan lama rentan dan roboh,” Jelas Yusuf.

Kami meminta kepada Inspektorat dan BPK agar segera turun untuk mengaudit kegiatan yang berada di desa Karangsari, yang di duga terdapat banyak kejanggalan, serta mark-up anggaran,” Pungkasnya.

Sampai berita inj ditayangkan, pihak-pihak instansi terkait belum dapat dimintai keterangan,terkait kegiatan tersebut.

(Redaksi)